Floriade Canberra, Cantiknya Musim Semi di Ibukota Negeri Kangguru

Canberra, kota yang menurut World Population Review di tahun 2020 ini memiliki jumlah populasi sebesar 457.000, merupakan ibukota negara Australia. Banyak orang yang mengira Sydney, kota terbesar di Australia adalah ibukotanya.

Memang tidak bisa dipungkiri, gemerlap kota Sydney dengan segala daya tarik wisatanya membuatnya lebih terkenal di kancah dunia. Jadi tidak heran kalau terjadi miskonsepsi tentang kota ini sebagai ibukota negeri kangguru. Mungkin kasusnya kurang lebih sama dengan yang terjadi antara kota Auckland dan Wellington di New Zealand.  

Canberra memiliki luas 814 km persegi dan merupakan kota terbesar kesembilan di Australia. Kota ini terletak di teritori khusus yang disebut sebagai Australian Capital Territory (ACT).  Secara geografis Canberra terletak di sebelah selatan kota Sydney dan di sebelah utara kota Melbourne.

Posisinya yang terletak di antara dua kota terbesar di Australia ini memang disengaja karena pertimbangan aspek netralitas. Konon katanya dulu sempat terjadi kompetisi antara warga Sydney dengan warga Melbourne untuk memperebutkan kota mana yang layak menjadi ibukota. Tapi akhirnya Canberra yang dipilih sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan perselisihan.

Hari ini penduduk Sydney sering bercanda bahwa mereka yang menang karena jarak Canberra memang lebih dekat ke Sydney daripada Melbourne. Canberra dapat diakses melalui jalur darat dengan mengendarai mobil dari Sydney dengan menempuh perjalanan sejauh tiga jam. Sedangkan dari Melbourne harus memakan waktu delapan jam.

Salah satu daya tarik utama kota ini adalah festival musim semi yang terkenal dengan sebutan Floriade Canberra. Festival tahunan ini merupakan suatu bentuk perayaan untuk menyambut datangnya musim semi yang mempertunjukkan bunga-bunga cantik dan juga berbagai karya seni.

Ketika masih tinggal di Sydney, saya berkesempatan untuk mengunjungi Canberra pada saat festival ini berlangsung. Waktu itu saya ikut day tour yang diadakan oleh college tempat saya belajar. Pihak college memang cukup sering mengadakan perjalanan seperti ini sebagai bentuk layanan untuk para pelajar mancanegara yang suka traveling.  

Waktu itu kami berangkat dengan menggunakan minibus. Seluruh peserta harus berkumpul terlebih dahulu di kampus dan kemudian berangkat bersama. Tour leader yang merangkap supir sudah mewanti-wanti sebelumnya supaya semua peserta datang tepat waktu sehingga kami bisa berangkat sesuai jadwal dan ketika pulang kembali ke Sydney tidak terlalu malam.

Dari lokasi tempat tinggal saya ke college sebenarnya tidak terlalu jauh dan bisa dicapai dengan berjalan kaki selama 30 menit. Tetapi berhubung saya ingin menghemat waktu dan tidak ingin menjadi peserta yang terakhir tiba di lokasi, pagi itu saya memutuskan untuk naik kereta yang memakan waktu kurang dari 10 menit. Singkat cerita, setelah semua peserta lengkap, kamipun langsung berangkat ke Canberra.    

Di tengah perjalanan kami sempat singgah di kota kecil yang bernama Berrima untuk toilet break. Tapi ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, tempat ini malah disebut village alias desa dan bukannya town. Desa yang terletak di sebelah selatan negara bagian New South Wales (NSW) ini kentara dengan bangunan bernuansa Georgian. Setelah perhentian singkat untuk ke WC, beli snack dan minuman ini kamipun melanjutkan perjalanan ke Canberra.

Untuk mencapai Canberra dari Berrima diperlukan waktu kurang lebih 1 jam 45 menit. Yang artinya kami sudah menempuh setengah perjalanan. Tidak banyak pemandangan yang bisa dinikmati selain dataran NSW yang begitu luas dan hijau. Tapi semua terbayarkan ketika akhirnya kami sampai ke lokasi festival di Canberra.

Festival yang diadakan di area Commonwealth Park ini dihiasi dengan lautan bunga warna-warni, pertunjukan seni, hiburan, dan kuliner. Ketika kami sampai di lokasi, tempat ini sudah dipadati pengunjung dan benar-benar meriah.

Tema utama festival memang bunga, tapi bagi mereka yang bukan penggemar bunga pun dijamin pasti dapat menikmati festival ini karena memang sudah dirancang sedemikian rupa sebagai daya tarik wisata. Pokoknya cocok untuk segala usia dan berbagai kalangan.

Kami diberikan kesempatan oleh tour leader untuk acara bebas dengan catatan harus berkumpul kembali di meeting point di waktu yang sudah ditentukan. Tentunya saya tidak mau menyia-nyiakan waktu dan langsung mengeksplorasi tempat ini.

Lindeman’s, produsen wine terkenal Australia yang memiliki jaringan distribusi di lebih dari 100 negara juga membuka stand di sini dengan konsep open garden. Jadi para penggemar wine bisa membeli dan menikmati produk dari perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1843 ini.

Hal menarik lainnya yang saya temukan adalah di antara bunga-bunga ada tulisan-tulisan yang berisi pesan ucapan terima kasih dari seseorang kepada sanak keluarganya. Perkiraan saya, tulisan-tulisan ini merupakan pesan bersponsor yang artinya penulis pesan harus membayar biaya tertentu, atau mereka merupakan pihak yang mensponsori bunga-bunga yang dipamerkan.

Selain itu, di sini juga tersedia area bermain untuk anak-anak dan keluarga. Jadi rombongan keluarga tidak perlu khawatir anaknya akan cepat bosan dan tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan selain menikmati “pameran bunga”.

Beberapa jam di sini saya gunakan untuk foto-foto, lunch, atau sekedar menikmati suasana. Patut disyukuri cuaca pada hari itu cerah dan bersahabat. Udara yang sejuk dan menyegarkan, ditambah pemandangan bunga yang indah serta suasana yang mendukung, para penggemar nature dan outdoor pastinya bisa menikmati seharian di tempat ini.   

Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat dan saya harus kembali ke area meeting point rombongan tour untuk pulang kembali ke Sydney. Kesimpulannya, saya sangat merekomendasikan siapapun untuk mengunjungi festival tahunan yand diselenggarakan setiap pertengahan bulan September sampai pertengahan bulan Oktober ini. Benar-benar pengalaman yang berkesan.

Goodbye Floriade Canberra. I’ll see you when I see you!  

  • Artikel kiriman dari kontributor.
  • Mau share juga pengalaman kamu jalan-jalan di Australia? Kirim saja email ke kami: info@ostrali.com.

Leave a Reply

Related

Sebagai mahasiswa di kota Sydney, tentunya saya sudah banyak berkeliling ke berbagai tempat dan objek wisata di…

Read more

Rottnest Island merupakan pulau berpantai indah yang menjadi destinasi wisata populer di Australia Barat. Negara…

Read more

Pintu masuk Taronga Zoo Bila kita mendengar nama Australia, pastinya langsung terpikir hewan-hewan asli Australia…

Read more

Mau share info wisata di Australia?

About

Ostrali.com merupakan website informasi serta berbagi pengalaman wisata di Australia.

Kata Ostrali sendiri merupakan bahasa pengucapan kata Australia bagi orang Indonesia. Ostrali.com; website tentang Australia khusus untuk orang Indonesia.

Navigation