Berjumpa dengan Hewan-Hewan Asli Australia di Taronga Zoo, Sydney

Pintu masuk Taronga Zoo

Bila kita mendengar nama Australia, pastinya langsung terpikir hewan-hewan asli Australia yang sangat mendunia, yakni kanguru, koala, wombat bahkan emu. Negara tetangga Indonesia ini memiliki flora dan fauna yang sangat beragam. Menariknya 80 persen tumbuhan, mamalia, reptil dan katak Australia tidak dapat ditemukan di negara lain. Tak lengkap rasanya jika melakukan travelling ke Australia, tanpa bertemu hewan-hewan ikonik tersebut. Taronga Zoo dapat dijadikan salah satu destinasi untuk melihat Kangguru dan kawan-kawannya dengan lebih dekat.

Taronga Zoo terletak di Sydney dan merupakan salah satu kebun binatang yang sangat terkenal di Australia dengan koleksi hewan endemik Australia yang sangat beragam dan lengkap. Sydney merupakan kota yang terletak di negara bagian New South Wales, dimana negara bagian ini memiliki jumlah kunjungan turis internasional terbanyak di Australia. Saya pun tertarik untuk mengunjungi Kota Sydney dikarenakan ingin melihat secara langsung landmark kebanggaan warga Australia, yaitu Sydney Opera House yang terletak di daerah pelabuhan Circular Quay. Tetapi saya merasa bahwa ada yang kurang selama saya menikmati keindahan Kota Sydney, saya belum bertemu dengan hewan asli Australia seperti kanguru dan koala secara langsung.

Saya pun tertarik untuk mengunjungi Taronga Zoo yang merupakan salah satu kebun binatang terbesar di Australia. Kebun binatang ini terletak bersebrangan dengan pelabuhan Circular Quay, tempat dimana Sydney Opera House berada. Hal ini membuat saya semakin bersemangat untuk mengunjungi kebun binatang tersebut. Untuk mencapai Taronga Zoo, kita dapat menggunakan moda transportasi bus ataupun kapal feri. Tetapi, saya lebih menyarankan menggunakan kapal feri karena kita dapat menikmati indahnya Opera House dengan view terbaik. Lama perjalanan dari pelabuhan Circular Quay menuju Taronga Zoo memakan waktu kurang lebih selama 12 menit.

Setelah kapal feri mencapai dermaga Taronga Zoo, pengunjung diarahkan untuk menuju ke pintu utama Taronga Zoo dengan menggunakan bus ataupun kereta gantung. Namun, kereta gantung dapat digunakan hanya untuk pengunjung yang sudah memiliki tiket terlebih dahulu, seperti membeli secara daring ataupun membeli di loket yang teletak di Circular Quay. Saya merasa beruntung karena saya telah membeli tiket di loket yang terletak di Circular dengan harga sekitar 44 Dollar Australia atau setara dengan 470.000 rupiah. Saya pun memilih untuk menggunakan kereta gantung dikarenkan saya dapat melihat secara sekilas hewan-hewan asli Australia dari ketinggian.

Koala tertidur di pohon eucalyptus

Saat saya memasuki Taronga Zoo, saya pun langsung mengunduh aplikasi Taronga Zoo di telepon genggam saya. Aplikasi ini sangat membantu saya untuk menjelajahi kebun binatang ini dikarenakan Taronga Zoo memiliki koleksi binatang yang sangat banyak, mencapai 5000 binatang dengan 350 spesies berbeda. Dalam aplikasi ini kita dapat mengetahui lokasi dimana kita dapat menemukan hewan-hewan koleksi Taronga Zoo, menemukan lokasi atm serta toilet dan juga untuk melihat jadwal show yang akan diselenggarakan.

Show yang diselenggarakan di Taronga Zoo sangat menarik dan beragam seperti berbincang langsung dengan pawang binatang, pertunjukkan anjing laut dan melihat pertunjukkan burung yang terbang dengan bebas. Menariknya, Taronga Zoo terletak di dataran tinggi yang terletak di seberang pelabuhan Circular Quay, sehingga saya dapat secara langsung melihat keindahan kota Sydney yang dihiasi dengan bangunan menjulang tinggi yang sangat cantik nan elok.

Koala dan kanguru merupakan hewan yang paling menarik perhatian saya dan merupakan tujuan utama mengapa saya ingin ke Taronga Zoo. Saya pun menggunakan fitur map di aplikasi Taronga Zoo, untuk menemukan dimana hewan marsupial khas Australia itu berada. Saya sangat terkesan dengan Taronga Zoo, dimana kandang-kandang dijaga agar selalu bersih dan kandang dibuat seperti habitat aslinya.

Saat saya berjumpa koala, koala terlihat dengan santainya tidur di dahan pohon eucalyptus dengan kondisi kandang seperti habitat dimana mereka berasal. Menariknya kandang binatang tidak dibuat dari besi tinggi bak penjara, melainkan kandang dibuat sealami mungkin. Pagar kandang koala dibuat dari batang-batang pohon dan tidak dibangun terlalu tinggi. Hal ini dimaksudkan agar koala dapat tinggal dengan nyaman di Taronga Zoo sama seperti saat mereka tinggal di habitat aslinya.

Sementara konsep tempat tinggal kanguru di Taronga Zoo sedikit berbeda. Mereka tidak ditempatkan di suatu kandang melainkan ditempatkan di suatu lahan yang terdiri dari rerumputan dan pepohonan. Pihak Taronga Zoo, membuat jalan setapak yang melewati lahan tersebut sehingga pada saat saya melewati zona kanguru, saya merasa seperti bertemu kanguru di habitat aslinya.

Dalam perjalanan menuju lokasi dimana kanguru dan koala berada, saya kerap kali bertemu dengan hewan yang dibiarkan bebas berkeliaran di area kebun binatang, seperti burung merak dan unggas-unggas lainnya. Hal ini menarik perhatian saya, dikarenakan hewan-hewan jinak dibiarkan untuk berkeliaran dan berinteraksi dengan pengunjung. Pihak Taronga Zoo tidak serta merta membebaskan hewan-hewan tersebut begitu saja, mereka memberi label dan nomor identifikasi kepada setiap hewan tersebut sehingga hewan tersebut dapat dilacak dengan mudah.  

Kawasan harimau sumatera di Taronga Zoo

Di Taronga Zoo, saya tidak hanya berjumpa dengan hewan-hewan asli Australia saja. Saya juga bertemu dengan hewan-hewan yang dilindungi dari berbagai belahan dunia, contohnya harimau sumatera yang jumlahnya hanya sekitar 400 ekor di alam. Pihak kebun binatang tidak hanya memamerkan binatang kepada para pengunjung saja, tetapi turut serta untuk melakukan penelitian, pengembangbiakan, dan menggalang dana untuk menyelamatkan harimau sumatera dari kepunahan.

Saya sangat terkejut ketika saya berkunjung ke kawasan harimau sumatera. Terlihat antrian yang sangat panjang sebelum memasuki kawasan tersebut. Setelah saya dipersilahkan masuk ternyata kawasan harimau sumatera dibuat seperti layaknya di Taman Nasional Way Kambas dilengkapi dengan papan “Hati-hati ada harimau” dan properti gerobak bakso agar kawasan tersebut terlihat seperti aslinya.

Taronga Zoo merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Australia. Di Taronga Zoo kita dapat bercengkrama dengan hewan-hewan Australia secara langsung sambil menikmati keindahan kota Sydney dari ketinggian. (abk)

  • Artikel kiriman dari kontributor.
  • Mau share juga pengalaman kamu jalan-jalan di Australia? Kirim saja email ke kami: info@ostrali.com.

Leave a Reply

Related

Beberapa tahun yang lalu kami sekeluarga melakukan perjalanan liburan ke Australia, khususnya ke Brisbane. Karena kami…

Read more

Rottnest Island merupakan pulau berpantai indah yang menjadi destinasi wisata populer di Australia Barat. Negara…

Read more

Suasana sore hari di samping megahnya The AAMI Park Travelling memang jadi salah satu kegiatan wajib di samping…

Read more

Mau share info wisata di Australia?

About

Ostrali.com merupakan website informasi serta berbagi pengalaman wisata di Australia.

Kata Ostrali sendiri merupakan bahasa pengucapan kata Australia bagi orang Indonesia. Ostrali.com; website tentang Australia khusus untuk orang Indonesia.

Navigation